Orang yang tinggal bertetangga dengan pemenang lotere dan togel akan berada pada resiko finansial yang akan berujung pada kebangkrutan.

Peneliti di University of Alberta di Kanada dan Georgetown University di Amerika Serikat menemukan bahwa tertangga dari para pemenang lotere dan togel memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk menuju kebangkrutan disebabkan oleh konsumsi yang tidak perlu yang naik dengan mengambil posisi resiko keuangan yang lebih besar dan meminjam.

"Menggunakan kemenangan lotere sebagai salah satu sumber pendapatan pendapatan relatif dari rekan kita, kami menemukan bahwa pengaruh dari kemenangan lotere membuat tetangga dari pemenang tersebut meningkatkan jumlah pinjaman dan kebangkrutan mereka," tulis penelitian tersebut.

Penelitian ini mereferensikan idiom "Keeping up with the Joneses", yang mana orang-orang mencoba untuk menyamai pengeluaran besar yang dilakukan oleh tetangga mereka yang merupakan pemenang lotere agar tidak terlihat inferior.

Pemenang Lotere Dapat Menyebabkan Tetangganya Menuju Kebangkrutan.jpg, Sep 2019

Untuk mengerti seberapa benar data ini, para peneliti juga mempelajari data dari 7.337 pemenang lotere dan kebangkrutan dimasukan pada Provinsi di Kanada yang tidak disebutkan antara 2004 hingga 2014.

Penelitian ini fokus pada pemenang dibawah 150 ribu dollar Canada dikarenakan sebagian besar pemenang lotere dengan jumlah besar memilih untuk pindah ke lingkungan yang lebih elit.

Penemuannya ini menyimpulkan bahwa semakin besar jumlah kemenangan seseorang pada lingkungan kecil maka akan semakin banyak kebangkrutan yang terjadi pada lingkungan tersebut.

Hal ini dikarenakan tetangga dari pemenang lotere meningkatkan pengeluaran mereka untuk barang yang terlihat seperti mobil. Pada awal penelitian ini, penelitian ini menemukan pengeluaran yang besar tersebut tidak terjadi pada barang yang tidak dapat dilihat atau dipajang didepan rumah.

"Kami juga menemukan bahwa peminjaman pada dari para tetangga akan main," kata penelitian tersebut.

"Penemuan ini konsisten dengan pengambilan resiko yang bertambah dan akumulasi hutang untuk mendanai konsumsi yang tidak diperlukan sehingga mengarah pada kesulitan keuangan dan kebangkrutan bagi para rekan yang tidak memenangkan hadiah yang sama."

Peneliti menyarankan penelitian ini dapat menjadi titik awal bagi penelitian yang lebih lanjut apakah ketidaksetaraan kekayaan pada perekonomian dapat memicu berbagai jenis kesulitan keuangan yang akan memicu krisis keuangan seperti yang terjadi pada 1929 dan 2008.